Selasa, 18 Oktober 2011

laporan kimia





DAFTAR ISI

A. Pendahuluan
B. Dasar teori / Tinjauan pustaka
C. Tujuan percobaan  
D. Bahan dan alat
E. Cara kerja/pelaksanaan percobaaN
F. Hasil pengamatan (di lengkapi gambar alat jika ada)
G. Pembahasan  
H. Kesimpulan 
 I.    Daftar Pustaka






















LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA DASAR 1

ACARA 1
PERHITUNGAN KIMIADAN PEMBUATAN LARUTAN

 










DI SUSUN OLEH :
                                        KELOMPOK : 4
GOLDEN SINAMBELA                          NIM: 0903035020
MUHAMAD FADIL                              NIM: 0903035019
SILVIANUS WAGE                              NIM: 0903035021
KRISTIANI DEPITASARI                    NIM: 0903035054
KATINA RESELLI                               NIM: 0903035052
HENDRIAN NOOR                             NIM:0903035018


PROGRAM STUDI TEKNOLOGI HASIL PERTANIAN
JURUSAN TEKNOLOGI HASIL PERTANIAN
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS MULAWARMAN
SAMARINDA
2009




ACARA 1
PERHITUNGAN KIMIA DAN PEMBUATAN LARUTAN

A.PENDAHULUAN

Larutan dapat didefinisikan sebagai perpaduan antara zat terlarut (ndica) dan zat pelarut(solven).berdasarkan parameter fasa,larutan dikenal dengan larutan sefasa (homogen)dan tidak sefasa(heterogen).berdasarkan jumlah zat terlarut dalam larutan ,larutan terdiri atas larutan encer dan larutan pekat.berdasarkan derajat keasaman dan kebasaan larutan digolongkan atas larutan asam ,larutann netral,dan larutan basa,dan masih banyak penggolongan larutan lain berdasarkan parameter yang lain pula.
Jumlah zat terlarut dalam sejumlah pelarut dikenal dengan konsentrasi atau dapat pula sebagai jumlah zat terlarut relative terhadap jumlah total larutan.ada beberapa metode atau cara untuk menyatakan konsentrasi larutan yaitu fraksi mol,molaritas,molalitas,normalitas,persen,formalitas,dan ppm(bagian per sejuta),yang secara umum dijelaskan sebagai berikut :
  1. Molaritas adalah banyaknya mol terlarut per liter larutan.
  2. Molalitas adalah banyaknya mol zat terlarut per kilo larutan.
  3. Normalitas adalah banyaknya ekivaten zat terlarut per liter larutan.
  4. Fraksi mol adalah perbandingan jumlah mol suatu komponen dengan jumlah total mol larutannya.
  5. Formalitas adalah jumlah jumlah mol formula zat terlarut per liter larutan.
  6. Persen adalah jumlah massa atau volume zat terlarut per 100 satuan massa atau volume pelarut dengan catatan satuan massa dan volume harus seragam.
  7. Bagaian per sejuta (pmm = part per million ) adalah satuan konsentrasi untuk larutan encer seperti polutan dalam udara,logam dalam batuan.








B. Dasar Teori
Dalam percobaan ini akan dilakukan beberapa percobaan yang berkaitan erat dengan ketermpilan dasar dalam bekerja di laboraturium kimia. Hal-hal yang perlu di ketahui dalam bekerja adalah terlebih dahulu harus mengenal beberapa alat yang diperluka unntuk membuat larutan, diantaranya adalah gelas kimia, labu takar dan pipet ukur.
Untuk menyatakan kepekaan atau konsentrasi suatu larutandapat di lakukan dengan berbagai cara tergantung pada tujuan penggunaannya.
Larutan dapat di definisikan sebagai perpaduan antara zat terlarut (ndica) dan zat pelarut (solven). Biasanya jumlah zat terlarut lebih kecil dari jumlah pelarutnya. Berdasarkan parameter fasa, larutan dikenal dengan larutan safesa (homogen) dan tidak safesa (heterogen).
Berdasarkan jumlah zat terlarut dalam larutan, larutan terdiri atas larutan encer dan larutan pekat. Berdasarkan derajad keasaman dan kebasaan larutan di golongkan atas larutan asam, larutan netral dan larutan basa, Ada beberapa metode atau cara untuk menyatakan konsentrasi larutan yaitu fraksi mol.

C.Tujuan

1.          Mempelajari beberapa aspek yang terkait dengan larutan termasuk proses pembuatan, penentuan konsentrasi dan karakterisasi sifst-sifatnya.
2.          Setelah menyelesaikan percobaan membuat larutan dan analisisnya mahasiswa akan dapat membuat larutan, menentukan konsentrasi larutan dan sifat-sifatnya
3.          Jika di berikan bahan (zat) padat,zat cair, preaksi dan beberapa persamaan M, N, X dan m, mahasiswaakan dapat membuat larutan, menentukan konsentrasi dan sifat-sifatnya minimal 99% benar.

C. Alat dan Bahan
Alat-alat
Ø  Botol timbang kering
Ø  Labu takar 100 Ml
Ø  Pipet ukur




Bahan-bahan
Ø  Air suling
Ø  NaOH
Ø  H2SO4 Urea


D. Prosedur Kerja
             A. Pembuatan larutan
Pembutan larutan dengan zat terlarut bahan padat
a.    Sediakan botol timbang /gelas piala kering dan bersih dalam keadan kosong
b.    Tambahkan(timbang) dengan teliti 4 gram NaOH padat (pellet),kemudian larutdengan larutan air suling 50 ml.
c.    Masukan kedalam labu ukur 100ml,kemudian penuhkanlabu ukur dengan air suling sampai tanda tera.perhatikan minikus(permukaan cekung dari zat cair) harus tepat menyinggung tanda tera labu ukur.
d.    Kocok hingga homogen dan beri label konsentrasinya (konsentrsi di hitung dalam satuan M,N,X dan m)
e.    Ulangi percobaan a-d dengan mengganti NaOH dengan 5 gram urea.apakah terjadi reaksi eksotermis atau endotermis?

B.Pengencaran
            
             Untuk membuat larutan standar kadang-kadang dilakukan dengan  mengencerkan larutan yang sudah tersedia.misalnya dengan membuat larutan standar NaOH 0,1 N.tentukan dulu berapa banyak larutan standar yang akan dibuat dan di hitung,berapa banyak larutan “asli” yang harus diencarkan dengan persamaan:


V1.N1=V1.V2

V1 = Volume larutan “asli” yang di gunakan / diperlukan
N1 = normalitas “asli”
V2 = volume larutan standar yang akan dibuat
N2 = normalitas larutan standar yang akan di buat   


Pengenceran dengan labu ukur
v  ambil 10 ml larutan NaOH yang telah dibuat pada percobaan pembuatan larutan sebelumnya,masukan kedalam labu ukur 100ml.
v  tambahkan air suling sampai permukaan cekung larutan tepat menyinggung tanda tera labu ukur.
v  Kocok hingga laritan homogeny.
v  Hitung konsentrasi hasil pengenceran berdasarkan rumus V1.N1=V2.N2
V1,V2=volume larutan sebelum dan sesudahnya di encerkan.
                 N1,N2=konsentrasi larutansebelum dan sesudah di encerkan
v  Hitung konsentrasi dalam satuan M,N,X dan m.

1.    Pengenceran H2O
Untuk zat-zat yang menunjukan reaksi eksotermis pada pengenceran seperti H2SO4 pekat,maka pengenceran dilakukan dengan cara menambahkan sedikit demi sedikit H2SO4 kedalam pelarut.
§  Ambil 7 ml air suling dengan mengunakan gelas ukur ,tuangkan kedalam tabung reaksi.
§  Ambil 3 ml H2SO4 pekat dengan menggunakan pipet tetes yang bersih,isikan kedalam gelas ukurhingga volume 3 ml.
§  Tuangkan H2SO4 pekat ini kedalam tambung reaksi yang di isi air tadi.ingat,penuangan harus dilakukan dengan hati-hati.perhatikan/rasakan perubahan panas sebelum dan sesudah H2SO4 dituang kedalam tabung reaksi.

F. Hasil Pengamatan
a. pembuatan larutan
Senyawa
Kimia
Konsentrasi larutan
Sifat reaksi
M
N

X
m
Endoteren
Eksoteren
NaOH
0,1
I

0,5
10-4

Urea
0,83
1,66

0,506
83x10-4



Tuliskan perhitungan konsentrasi :

































b.pengenceran dengan labu ukur
normalitas NaOH awal (N1) =1N
Volume NaOH awal (V1) = 10 ML
Volume NaOH akhir (V2) =100 Ml                                               
Normalitas NaOH akhir (setelah di encerkan) :







C.pengenceran H2SO4 pekat
Volume air suling = 7 Ml
Volume H2SO4 = 3 Ml
Perubahan panas :
Sebelum reaksi = endoterm
Sesudah reaksi =eksoterm

















G. Pembahasan
Larutan adalah campuran yang serba sama anata dua zat atau lebih (homogen) pada dasarnya zat terlarut lebih sedikit dari pada zat pelarut
Zat terlarut adalah pada dasarnya berbentuk cair yaitu zat yang menyebar secara merata­(terdispersi) dalam zat pelarut.

v  Pembuatan larutan NaOH
               Dalam pembuatan larutan ini, hal yang harus dilakukan adalah menyediakan labu ukur 100 Ml yang telah berisi aquades. Lalu pipet HCL4N untuk cara penggunaan pipet yaitu di pencet bagiab A untuk mengempeskan kemudian tekan atau pencet 5 untuk menghisap dan di keluarkan pada bagian E, jika penggunaan pipet masih kurang,lalu tambahkan dengan pipet kecil, batas ukur dilihat dari cekungan bawah yang sama dengan tanda tera,setelah itu di homogenkan dengan labu ukur di tutup dan di goyang-goyangkan atau di bolak-balik.

v  Pembuatan larutan Urea
                        Hal-hal yang harus di perhatikan dalam pembuatan larutan Urea adalah gelas yang di gunakan harus benar-benar kering agar mendapatkan hasil yang maksimal kemudian di timbang dalam keadaan kosong setelah itu di masukan Urea 5 gram kedalam gelas kimia di cari dengan rumus

M = x
gr = 











H. Kesimpulan

             Proses pembuatan larutan yaitu dengan menentukan seberapa berat jenis bahan yang akan dilarutkan yang kemudian melarutkannya denagn air aquades sesuai denagn takaran yang diinginkan yang selanjutnya dihomogenkan dengan cara mengocok larutan hingga homogen.
Untuk menentukan konsentrasi larutan yaitu denagn mengencerkan larutan yang telah tersedia. Misalnya denagn membuat larutan standar NaOH 0,1 N dari larutan NaOH1 N. yang kemudian menentukan dulu berapa banyak larutan asli yang harus di encerkan dengan persamaan :
V1.N1=V2.N2                                     V1= V2.N1
                                                                        N1
V1= Volume larutan asli yang diperlukan
N1= Normalitas asli
V2= Volume larutan standar yang akan di buat
N2= Normalitas larutan standar yang akan dibuat.



















LAMPIRAN



















                                                                       















DAFTAR ISI

A. Pendahuluan
B. Dasar teori / Tinjauan pustaka
C. Tujuan percobaan  
D. Bahan dan alat
E. Cara kerja/pelaksanaan percobaaN
F. Hasil pengamatan (di lengkapi gambar alat jika ada)
G. Pembahasan  
H. Kesimpulan 
      Daftar Pustaka

































LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA DASAR 1

ACARA 2
REAKSI-REAKSI KIMIA

 










        GOLDEN SINABELA                         NIM: 0903035020
        MUHAMAD FADIL                             NIM: 0903035019
        SILVIANUS WAGE                             NIM: 0903035021
        KRISTIANI DEPITASARI                    NIM: 0903035054
        KATINA RESELLI                              NIM: 08903035052
         HENRIAN NOOR                              NIM 0903035018

PROGRAM STUDI TEKNOLOGI HASIL PERTANIAN
JURUSAN TEKNOLOGI HASIL PERTANIAN
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS MULAWARMAN
SAMARINDA
2009






Acara II
REAKSI-REAKSI KIMIA
A.Pendahuluan
Gas amoniak (NH3) adalah gas yang mempunyai bau.gas ini dapat dibuat dengan mereaksikan ammonium khlorida (NH4CL) dengan natrium hidroksida (NaOH) dan di panaskan dalam tabung reaksi.adanya gas ini dapat di ketahui dengan membauinya.dalam membaui jangan sekali-kali kita mendekatkan hidung kita pada mulut tabung reaksi,lebih-lebih untuk gas yang berbahaya.cara membaui adalah dengan mengipas-ngipas tangan di atas mulut tabung dan hidung kita pada jarak yang relative yang jauh berusaha membaui gas yang keluar.kertas Ph dipakai sebagai indicator/ petunjuk apakah senyawatersebut bersifat asam atau basa dengan melihat perubahan warnanya.

Reaksi lain dapat dilihat dengan mengamati perubahan yang terjadi seperti timbulnya gelembung gas. Bila logam di masukkan kedalam larutan asam maka akan terjadi reaksi yang menghasilkan gas H2 melalui reaksi redoks.kecepatan reasi redoks ini berbeda antara loogam yang satu dengan  lain.

B. Dasar teori
Gas amoniak (NH3) adalah gas yang mempunyai bau. Gas ini dapat dapat di buat
dengan meraksikan Ammonium Klorida (NH4CL) dengan larutan Natrium Hidrogsida (NaOH) dan dipanaskan dalam tabung reaksi, Adanya gas ini dapat di ketahui dari baunya, jadi kita dapat mengenalnya dengan jalan membau. Ddalam membau jangan sekali-sekali mendekatkan hidung kita pada mulut tabung reaksi, lebih-lebih untuk gas yang berbahaya. Cara membau adalah dengan mengibas-ngibaskan tangan di atas mulut tabung dan hidung kita pada jarak yang ndicato jauh berusaha membau gas yang keluar.

Kertas Ph dipakai sebagai ndicator/petunjuk apakah senyawa tersebut bersifat asam atau basa dengan melihat perubahan warnanya.

Reaaksi lain dapat dilihat dengan mengamati perubahan yang terjadi seperti timbul nya gelembung gas. Bila logam dimasukan kedalam larutan asam maka akan terjadi reaksi yang menghasilkan gas H2 melalui reaksi redoks. Kecepatan reaksi redoks ini bebeda dengan logam satu dengan logam lainya.


C.Tujuan
  1. Mahasiswa mengenal bagaimana cara pembuatan suatu gas serta sekaligus mengidentifikasi sifatnya menggunakan kertas Ph.
  2. Mahasiswa mengetahui adanya perbedaan kecepatan reaksi kimia dalam reaksi redoks.

C. Alat dan Bahan
Alat-alat
Ø  Tabung reaksi
Ø  Penjepit
Bahan-bahan
Ø  Kertas lakmus
Ø  NH4CL
Ø  NaOH
Ø  Air suling
                               
D. Prosedur kerja
1. pembentukan dan pengenalan gas H2
v  Ambil sedikit larutan NH3 0,1(  1Ml),masukan kedalam tabung reaksi kemudian tambahkan larutan NaOH secukupnya (berasal dari pengenceran NaOH acara 1 )
v  Peganglah tabung reaksi itu dengan penjepit.lalu dipanaskan sambl digoyang-goyangkan.sebelum  dipanaskan ditutupimulut tabung reaksi dengan kertas lakmus merah yang telah ditetesi aquades.mulut tabung harus sedikit dicondongkan tetapi tidak boleh diarahkan pada diri sendiri atau kepada orang lain.cari tempat yang kosong.pada saat mendidih ,jagalah agar zat dalam tabung jangan sampai keluar dari mulut tabung (lebih-lebih untuk zat yang mudah terbakar).caranya dilakukan denagan menggangkat tabung dari atas api bila zat dalam tabung sudah mulai naik/hamper keluar.catat bagai mana bau yang terjadi .cara membau adalah dengan mengipas-ngipas tangan di atas mulut tabung dan hidung kita berada pada jarak yang relative jauh berusaha membaui gas yang keluar.amati zat sebelum dan sesudah reaksi.
v  Amati  perubahan dari kertas lakmus yang terjadi dan beri kesimpulan.apa gunanya mengoyang- goyang pada waktu memanaskan?
v  Catatan : jauhkan zat-zat yang mudah terbakar dari api,berkerjalah dengan tenang dan penuh perhatian untuk menghindari kecelakaan.

2.pembentukan gas H2
v  Masukan masing-masing 1 potong seng (Zn) dengan ukuran yang sama kedalam 2 gelas piala berbeda yang berisi 10 Ml larutan HCl dengan konsentrasi 2 M dan 5 M.
v  Amati dan catat perubahan yang terjadi pada logam tersebut.adakah perbedaan kecepatan reaksi di antara keduanya.
v  Lakukan hal yang sama terhadap potongan besi (Fe) dan magnesium (Mg).
1.  Masukanlah masing-masing 1 potong kecil seng (Zn) dengan ukuran yang sama kedalam 2 gelas piala berbeda yang berisi 10 Ml larutan HCL dengan konsentrasi 0,5 M dan 2 M.
2.  Amati dan catat perubahan yang terjadi pada logam tersebut.
Adakah perbedaan kecepatan reaksi diantara ke 2 nya?
3.    Lakukan hal yang sama terhadap potongan besi (Fe) dan magnesium (Mg)

E. Hasil Pengamatan

Pembentuka dan pengenalan gas NH3


Sebelum
reaksi
Setelah
Reaksi
Persamaan reaksi
Perkiraan Ph larutan
Warna
kertas lakmus
Merah
muda
Biru



basa< 7
Bau gas
Tidak ada
NH3












Pembentuka dan pengenalan gas H2

Nama
Logam
Seelah reaksi
Waktu reaksi
(detik)
Persamaan reaksi
Terdapat gelembung
Tidak ada gelembung
Mg 1,5 M
       3M

2 menit 34 detik
57 detik

seng



besi





F. Pembahasan
             Larutan NH4Cl yang sudah direalisasikan dngan NaOH di masukan kedalam tabung reaksi, sesudah itu tabung yang sudah terjepit di panaskan. Dalam memanaskan tabung reaksi sambil di goyang-goyangkan dan mulut dari tabung reaksi agak di jauh kan atau di condongkan jangan di arahkan ke diri sendiri atau orang lain, sebab larutan yang keluar dari tabung reaksi . dan untuk mengamati perubahaan bau janga sekali-kali hidung di dekatkan pada mulut tabung. Jika zat yang direaksikan tergolong zat yang berbahaya zat yang masuk kedalam tubuh dapat merusak organ. Jika ingin mengamatinya dengan cara menibas-ngibaskan tangan diatas mulut tabung kemudian di hirup perlahan-lahan hingga tercium bau dari hasil reaksi.
                               
G. Kesimpulan
             Cara pembuatan gas yaitu dengan memasukan larutan NH4Cl yang kemudian menambahkan larutan NaOH secukupnya. Kemudian dipanaskan sambil digoyang-goyangkan.mulut tabung harus csedikit condong mengarah pada diri sendiri sehingga bau gas yang dihasilkan dapat tercium dengan mengangin-anginkan. Untuk mengetahui tejadi gas yang telah di hasilkan yaitu dengan menutup mulut tabung dengan kertas lakmus yang telah ditetesi aquades. Tunggu hingga ada perubahan warna yang terjadi pada kertas lakmus. Kemuian menentukan apakah asam atau basa.





LAMPIRAN

1. Tuliskan persamaan reaksi yang terjadi antara Ammonium Khlorida dengan Natrium Hidroksida.
Jawab :
2. Tuliskan persamaan reaksi yang terjadi antara logam Zn dengan asam (HCL). Tuliskan pula persamaan reaksi redoksnya.
Jawab :
3. Bagaimana cara mengetahui keasamaan atau kebasaan suatu larutan dengan menggunakan kertas lakmus?
Jawab : Dengan cara mencelupkan ujung kertas lakmus kedalam larutan. Jika lakmus merah di celupkan ke suatu larutan berubah menjadi biru, maka larutan tersebut basa. Jika lakmus merah di celupkan ke suatu larutan tak berubah warna, maka larutan tersebut asam.























DAFTAR ISI

A. Pendahuluan
B. Dasar teori / Tinjauan pustaka
C. Tujuan percobaan  
D. Bahan dan alat
E. Cara kerja/pelaksanaan percobaaN
F. Hasil pengamatan (di lengkapi gambar alat jika ada)
G. Pembahasan  
H. Kesimpulan 
      Daftar Pustaka






















LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA DASAR 1

ACARA 3
INDIKATOR ASAM BASA

 










DI SUSUN OLEH :
                  KELOMPOK 4                 

GOLDEN SINABELA                            NIM: 0903035020
MUHAMAD FADIL                              NIM: 0903035019
SILVIANUS WAGE                              NIM: 0903035021
KRISTIANI DEPITASARI                     NIM: 0903035054
KATINA RESELLI                               NIM: 0903035052
HENRIANUR NOOR                             NIM: 0903035018

PROGRAM STUDI TEKNOLOGI HASIL PERTANIAN
JURUSAN TEKNOLOGI HASIL PERTANIAN
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS MULAWARMAN
SAMARINDA
2009




Acara III
INDIKATOR ASAM BASA
A.pendahuluan
Indicator asam basa adalah suatu zat yang digunakan untuk menentukan pH suatu larutan.suatu indicator akan mengalami perubahan warna dengan berubahnya pH ,artinya perubahan warna indicator tergantung pada derajat keasaman dan kebasaan.indikator ada yang dibuat dalam bentuk kertas yang di sebut kertas lakmus,ada juga yang di buat dalam bentuk larutan. Lakmus adalah zat warna tumbuhan yang digunakan untuk membedakan asam dan basa.lakmus hanya digunakan untuk menentukan keasaman dan kebasaanlarutan secara kualitatif.indikator yang dapat digunakan untuk mengukur pH beberapa jenis larutandisebut indicator universal.

Indicator yang sederhana dapat buat sendiri dari bunga,daun ataupun buah-buahan yang berwarna. Larutan zat warna tumbuhan tersebut dalam air atau alcohol dapat memberikan warna berbeda-beda dalam suasana asam atau basa.

Banyak indicator lain yang peka terhadap perubahan pH yang terkecil,diantaranya tercantum pada table 3.1

Table 3.1. beberapa indicator dengan kisaran pH-nya
No
Nama indikator
Kisaran pH
Perubahan warna
1
Metil violet
0,2 - 2,0
5 – 6
Kuning ke biru violet
Violet biru ke violet
2
Timol biru
1,2 - 2,8
8 – 9,6
Merah ke kuning
Kuning ke biru
3
Metil jingga
3,1 – 4,4
Merah ke kuning
4
Kongo merah
3,0 – 5,0
Biru ke marah
5
Brom kresol biru
3,8 – 5,4
Merah ke kuning
6
Metil merah
4,4 – 6,2
Merah ke kuning
7
Lakmus
4,5 – 8,3
Merah ke biru
8
Brom kresol unggu
5,2 – 6,8
Kuning ke unggu
9
Brom timul biru
6,0 – 7,6
Kuning ke biru
10
Fenolphthaein
8,3 - 10,0
Tidak berwarna ke merah
11
Timolphthaein
9,3 – 10,5
Kuning ke merah
12
Alizanin kuning
10,0 – 12,0
Biru ke kuning
13
Indigo karmin
11,4 – 13,0
Biru ke kuning
14
1,3,5-trinitribenzen
12,0 – 14,0
Tak berwarna ke jingga


B. Dasar teori
Indikator asam basa adalah suatu zat yang digunakan untuk menentukan pH suatu larutan. Suatu indikator akan mengalami perubahan warna dengan berubahnya pH, artinya perubahan warna indicator bergantung pada derajad keasaman dan kebasaan. Indikator ada yang di buat dalam bentuk kertas yang di sebut kertas lakmus, ada juga yang di buat dalam bentuk larutan. Lakmus adalah zat warna tumbuhan yang digunakan untuk membedakan asam basa. Lakmus dapat digunakan untuk menentukan keasaman dan kebasaan larutan secara kualitatif. Indikatir yang dapat digunakan untuk mengukur pH beberapa jenis larutan disebut indicator universal.

Indikator yang sederhana dapat di buat sendiri dari bunga, daun ataupun buah-buahan yang berwaarna. Larutan zat warna tumbuhan tersebut dalam air atau alkohol dapat memberikan warna berbeda-beda dalam suasana asam atau basa.






C.Tujuan
1.2.                Mahasiswa dapat menentukan sifat (golongan) suatu zat berdasarkan tingkat
   keasamannya (pH).
1.2.                Mahasiswa mengetahui warna indicator untuk kisaran Ph tertentu.

                 
C. Alat dan Bahan
Alat-alat
Ø  Tabung reksi
Ø  Pipet tetes
Ø  Gelas piala 100 Ml

Bahan-bahan
Ø  Air suling
Ø  Air kapur 10%
Ø  Air jeruk nipis(di buat dalam 50 mL air)
Ø  Larutan cuka 25%
Ø  Larutan asam klorida 0,5 M
Ø  Laritan natrium hidroksida 0,1 M
Ø  Larutan garam dapur
Ø  Air sabun
Ø  Kertas lakmus
Ø  Indikator fenolphalein
Ø  Indikator metal jingga
Ø  Indikator timol biru
Ø  Indikator brom kresol hijau









E. Cara kerja

1      .Sediakan 8 buah tabung reaksi, masukan+ 1 ml kedalam tiap tabung reaksi air suling, air kapur, air jeruk, larutan cuka, larutan asam klorida, larutan natrium hidroksida, air sabun, dan larutan garam dapur.
  1. Celupkan ujung kertas lakmus lakmus merah pada tiap larutan, catat perubahan warna kertas lakmus.
  2. Lakukan hal yang sama dengan nomor 2 dengan menggunakan kertas lakmus biru.
  3. teteskan + 2 tetes indicator tenol flalin, catat perubahan warna yang terjadi dan tentukan perkiraan pH larutan tersebut (dapat juga menggunakan table indicator pada Tabel 1).
  4. Lakukan kegiatan yang sama dengan nomor 4 dengan menggunakan indicator-indikator yang lain.
  5. Tuliskan hasil pengamatan anda pada lembar pengamatan.


F. Data Pengamatan

             Indikator asam-basa

No
Nama larutan
Warna  larutan dengan indikator
Perkiraan pH larutan
Sifat larutan
LB
LM
PP
MJ
TB
BKH
Asam
Basa
Netral
1
Air suling









2
Air kapur


Tidak berwarna
kuning
Kuning
biru
4,4-8


3
Air jeruk nipis



Merah
Kuning
kuning
2,8-3,1


4
Air sabun



kuning
Kuning
biru
2,8-8


5
Larutan cuka 25%


Tidak berwarna
merah
Kuning muda
kuning
2,8-3,1


6
Larutan asam klorida










7
Larutan natrium


Merah unggu
kuning
biru
biru
>10



8
Larutan garam dapur



kuning
kuning
biru
4,4-8



F. Pembahasan
             Setelah memasukan masing-masing larutan ketabung reaksi. Celupkan masing-masing indikatoryang berbeda. Untuk mengamati perubahan warna yang terjadi harus cermat sebab kebanyakan warna hamper mirip atau jika melihat dari kejauhan warna yang kita lihat , contoh nya jika warna hijau tetapi warna sesungguhnya putih atau sebagainya. Jadi di perlukan kecermatan untuk mengamati perubahan warna yang terjadi.

G. Kesimpulan
Indicator asam basa adalah suatu zat yang digunakan untuk menentukan pH suatu larutan. Suatu indicator akan mengalami perubahan warna dengan berubahnya pH. Artinya perubahan warna indicator tergantung pada derajat keasaman dan kebasaan. Indicator yang sedarhana dapat dibuat dengan larutan zat warna yang dicampur dengan




LAMPIRAN

1. Sebutkan 5 zat yang termasuk asam yang tidak digunakan dalam percobaan ini.
Jawab : Metil Kioiet, Kongo Merah, Metil Merah, Bromkresol Ungu, Timol Biru
2. Sebutkan 5 zat yang termasuk basa yang tidak digunakan dalam percobaan ini.
Jawab : Brom Timol Biru, Timolphthaelin, Alizaliin Kuning, Indigo Farmin, 1,3,5 – Trinitribenzen
3. Selesaikan persanmaan reaksi penggaraman dibawah ini:
Jawab :
-       HCL + NaOH  → NaCL + H O
-       HCL + Ca(OH) CaClOH + H O
-       H SO  +KOH KSO   + H O
-       HNO  + MG(OH)   MgNO OH + H O
-       CH COOH + Ca(OH ) CaCH COOH + H

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar